Mengulik Sejarah Lidah Api Emas di Puncak Monas: Sumbangan Teuku Markam

30 January 2026

Tahukah Anda bahwa dari total berat emas yang melapisi lidah api di puncak Monas, sebagian besarnya adalah sumbangan dari seorang saudagar kaya asal Aceh? Teuku Markam, seorang pengusaha sukses pada era Presiden Soekarno, menyumbangkan 28 kilogram emas dari total 38 kilogram emas yang ada pada saat pembangunan awal Monas.

Lidah api tersebut melambangkan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang menyala-nyala dan tak kunjung padam. Struktur lidah api ini terbuat dari perunggu yang kemudian dilapisi lembaran emas murni. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1995, lapisan emas ini ditambah menjadi 50 kilogram untuk memperkokoh ketahanannya terhadap cuaca. Kisah kedermawanan ini menjadi bukti gotong royong masyarakat dalam membangun simbol kebanggaan negara.